Hidupkan Lahan Tidur, SDN 1 Kayumas Perkuat Inovasi "POS DARING" Melalui Kerja Bakti Massal
SITUBONDO, 28 Januari 2026 – Semangat gotong royong di lingkungan SDN 1 Kayumas pagi ini. Menindaklanjuti kesuksesan besar sebagai juara inovasi pendidikan awal bulan lalu, seluruh elemen sekolah—mulai dari Kepala Sekolah, guru, hingga wali murid—bahu-membahu melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pembukaan lahan baru untuk tanaman sayuran.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa, melainkan langkah konkret keberlanjutan dari inovasi unggulan sekolah yang bertajuk "POS DARING" (Kompos Daun Kering).
Transformasi Lahan Tidur Menjadi Kebun Produktif
Selama ini, terdapat beberapa titik lahan tidur di sekitar area sekolah yang belum termanfaatkan secara maksimal. Melalui gerakan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini, lahan-lahan semak tersebut dibersihkan dan dialihfungsikan menjadi plot-plot perkebunan sayur organik.
"Inovasi POS DARING yang kami kembangkan tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar pajangan piala. Hari ini, kami membuktikan bahwa kompos dari daun kering yang diproduksi anak-anak dan guru benar-benar memiliki manfaat nyata bagi kesuburan tanah di sekolah kita sendiri," ujar Kepala SDN 1 Kayumas di sela-sela kegiatannya mencangkul lahan.
Sinergi Guru dan Wali Murid
Kehadiran wali murid dalam kegiatan ini memberikan energi tambahan. Dengan membawa peralatan berkebun masing-masing, para orang tua siswa tampak antusias mengolah tanah dan menyiapkan bedengan untuk ditanami berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, dan cabai.
Keterlibatan wali murid bertujuan untuk:
-
Edukasi Berkelanjutan: Menunjukkan kepada orang tua cara mengolah limbah daun kering menjadi pupuk yang bermanfaat di rumah.
-
Penguatan Karakter Siswa: Memberikan teladan langsung kepada siswa mengenai pentingnya kerja keras dan cinta lingkungan.
-
Kemandirian Pangan Sekolah: Hasil panen nantinya direncanakan untuk mendukung program makan bergizi bagi siswa.
Mekanisme POS DARING di Lapangan
Inovasi POS DARING bekerja dengan memanfaatkan limbah daun kering yang melimpah di lingkungan sekolah. Daun-daun tersebut dikumpulkan oleh siswa, dicacah, dan melalui proses fermentasi hingga menjadi pupuk organik cair maupun padat.
"Dengan adanya lahan sayuran ini, siswa bisa melihat langsung siklus hidup tanaman. Mereka yang mengumpulkan daun, mereka yang mengolah komposnya, dan mereka pula yang akan merawat tanamannya hingga panen," tambah Bapak Ismail Badri, S.Pd.SD Selaku Inovator dari Kegiatan ini.
Menuju Sekolah Adiwiyata yang Mandiri
Aksi kerja bakti ini semakin mengukuhkan posisi SDN 1 Kayumas sebagai institusi pendidikan yang peduli pada ekologi. Pihak sekolah berharap, kebun sayur ini nantinya tidak hanya hijau secara estetika, tetapi juga menjadi "laboratorium alam" bagi siswa untuk belajar ilmu pengetahuan alam (IPA) secara kontekstual.
Dengan tuntasnya pembukaan lahan hari ini, SDN 1 Kayumas telah selangkah lebih maju dalam mengintegrasikan inovasi teknologi tepat guna dengan praktik pertanian sekolah yang berkelanjutan.